Belajar menjadi guru, satu pengalaman dalam satu waktu.
Perjalanan belajar menjadi guru melalui PPG, praktik mengajar, tantangan kelas, dan refleksi untuk terus memperbaiki pembelajaran.

Dari Mahasiswa PPG Menjadi Guru yang Terus Belajar
Saya memandang perjalanan menjadi guru sebagai proses yang tidak selesai hanya dengan mempelajari teori pendidikan. Ada banyak hal yang baru benar-benar saya pahami ketika mulai merancang pembelajaran, mencoba mengajar, berhadapan dengan kondisi kelas yang nyata, dan mengevaluasi apa yang sudah saya lakukan.
Melalui PPG Prajabatan bidang Informatika, saya belajar bahwa menjadi guru membutuhkan lebih dari sekadar penguasaan materi. Saya perlu memahami karakteristik murid, menentukan strategi pembelajaran yang sesuai, menyiapkan media dan LKPD, serta merancang asesmen untuk mengetahui sejauh mana pembelajaran berlangsung.
Pengalaman praktik mengajar di SMA Negeri 1 Bandung memberikan kesempatan bagi saya untuk menguji berbagai hal yang telah dipelajari. Saya terlibat dalam pembelajaran Informatika, mulai dari materi spreadsheet dan pemrograman hingga Sistem Komputer, Sistem Operasi, dan Jaringan Komputer. Setiap materi menghadirkan kebutuhan dan tantangan yang berbeda sehingga saya harus memikirkan cara agar konsep yang dipelajari lebih mudah dipahami oleh murid.
Saya juga menyadari bahwa rancangan pembelajaran yang baik belum tentu berjalan persis seperti yang dibayangkan. Ada kalanya waktu tidak cukup, instruksi perlu dijelaskan kembali, atau keterlibatan murid belum merata. Pengalaman seperti ini mengajarkan saya untuk tidak hanya menilai keberhasilan pembelajaran dari selesainya materi, tetapi juga dari bagaimana murid terlibat dan memahami apa yang mereka pelajari.
Masukan dari guru pamong dan proses refleksi membantu saya melihat bagian yang sudah berjalan baik sekaligus hal-hal yang perlu diperbaiki. Saya belajar bahwa apersepsi yang menarik perlu diikuti dengan pengelolaan kelas yang baik, instruksi yang jelas, dan kesiapan menghadapi kendala selama pembelajaran berlangsung.
Ke depan, saya ingin terus mengembangkan pembelajaran Informatika yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada murid. Saya ingin murid tidak hanya menghafal konsep atau mengikuti langkah-langkah yang diberikan, tetapi juga berani mencoba, berpikir kritis, bekerja sama, dan menemukan solusi atas masalah yang mereka hadapi.
Perjalanan ini membuat saya memahami bahwa menjadi guru bukan berarti sudah mengetahui segalanya. Justru, menjadi guru berarti bersedia terus belajar, menerima masukan, dan memperbaiki diri demi menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi murid.
Tanggapan (0)
Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.